Monday, August 8, 2016

Pakai Hino untuk Industri Kelapa Sawit

Memiliki usaha dalam bidang angkutan memang sungguh menguntungkan, terutama kalau kita memiliki modal yang cukup untuk mewujudkannya. 

Saya telah mencoba mempelajari pola bisnis ini disekitar Jambi, Pekanbaru dan Padang lawas Sumatera utara. Terutama di daerah perkebunan sawit yang notabene penduduknya memiliki Kavling kebun sawit sendiri. 



Perlu diketahui setiap 1 kavling sawit produktif menghasilkan buah rata-rata 2-4 ton setiap kali panen. Apabila dalam 1 bulan ada 2 kali panen maka rata-rata 4-8 ton/bulan. Harga TBS (Tandan Buah Segar) Kelapa Sawit sekarang berkisar Rp. 1300 s/d Rp. 1800/kg, jadi rata-rata sekitar Rp. 1500/kg. 
PENGHASILAN PETANI SAWIT / KAPLING 
Rumus : HASIL = TONASE TBS/BULAN X HARGA TBS/TON 
Diketahui : Harga rata-rata TBS/Ton adalah : 
1 Ton = 1000 Kg 1500 X 1000 = Rp. 1.500.000 / Ton 
Jadi : 1 kapling Sawit menghasilkan uang sebesar : 4 Ton X Rp. 1.500.000 = Rp. 6.000.000 
Penghasilan Brutto Petani Sawit satu kaplingnya adalah Rp. 6.000.000. Biasanya akan dipotong melalui koperasi untuk biaya perawatan/pembelian pupuk dsb. Sehingga penghasilan Brutto akan mengalami penyusutan 15% hingga 20%. 
Menjadi Netto = Rp. 4.800.000. Rata2 petani memiliki 2 kapling sawit sehingga hasil yang diperoleh sebesar Rp. 9.600.000/bulan.
Setelah mengetahui hasil per kapling sawit, sekarang saatnya memperhitungkan biaya angkutan(khusus bisnis angkutan kecil-kecilan/pemula). 

Harga Mobil Dump Truck Vol. 8 M3 Dutro 130 HD POWER STEERING (BBN Plat B Jakarta) 
TOTAL DP : Rp 54,800,000 
ANGS : Rp 7,878,000 
Masa Kredit : 4 Tahun (47 Bulan) 

Oke lanjut…. 
Yang perlu diketahui : 
 1. Gaji supir + kernet/ton 
 2. Jarak tempuh dan BBM dari lokasi ke Pabrik 
 3. Biaya perawatan mobil + angsuran kredit 

 Muatan Mobil adalah minimal 5 ton, maksimal 10 ton untuk bak ukuran 1,3 M X 4 M./Retasi 1 hari adalah 12 jam kerja. 
Jika dalam satu ret membutuhkan waktu 6-7 jam maka 1 hari = 2 ret 

Penjelasan : Biaya angkut biasanya minimal Rp 100.000/ton 1 Ret = 5 ton X Rp. 100.000= Rp.500.000 X 2 ret Dalam 1 hari penghasilan Bruto angkutan = Rp. 1.000.000 Gaji Supir : 1 ton = Rp. 20.000 X 5 Ton = Rp. 100.000 X 2 Ret = Rp.200.000/Hari Kerja Gaji Kernet: 1 Ton= Rp.15.000 X 5 Ton = Rp. 75.000 X 2 Ret = Rp. 150.000/Hari Kerja BBM Mobil : 1 hari= 25 Liter X Rp. 11.000 = Rp. 275.000 / Hari Kerja Total pengeluaran / Hari Kerja adalah = Rp. 625.000 Jadi Keuntungan / Hari Kerja adalah = Rp. 1.000.000 – Rp. 625.000 = Rp. 375.000/Hari Kerja Dalam 1 bulan ada minimal 25 hari kerja, jik 1 hari adalah 2 ret maka 1 bulan = 50 retasi Sekarang tinggal hitung penghasilan per bulan adalah = Rp.375.000 X 25 Hari Kerja = Rp. 9.375.000 / Bulan Dipotong Angsuran = Rp. 9.375.000 – Rp. 7.983.000 = Rp. 1.392.000 Ditambah penghasilan Kapling pribadi yang 2 Kapling tadi. Maka pendapatan per bulan menjadi = Rp. 9.600.000 + Rp. 1.392.000 = Rp. 10.992.000. WOWWWW…. 

Untuk informasi dan konsultasi: 

087777303057 : BONA TOBING

Tuesday, February 16, 2016

Hino andalan Truk Pemadam Kebakaran

Jakarta, MobilKomersial.com - Tak hanya berorientasi bisnis semata, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) juga peduli akan perkembangan transportasi negeri ini. Hal tersebut dapat terlihat dari turut sertanya Hino dalam ajang Pameran Transportasi Indonesia 2015 di Jakarta. “Keikutsertaan pada pameran transportasi ini untuk menegaskan komitmen Hino untuk berkontribusi dalam pengembangan transportasi di Indonesia dan juga industri otomotif nasional,” ujar Direktur Sales dan Promosi PT HMSI, Santiko Wardoyo, Rabu (16/9/2015). Pada pameran kali ini, Hino menampilkan produk yang sudah teruji kehandalannya dalam memberikan servis sebagai moda transportasi massa. Terdapat Hino Dutro 110 SDBL. Mikrobus empat roda ini sudah digunakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai bus sekolah di berbagai rute. Selain itu juga terdapat Hino Ranger FG Series yang sudah disulap menjadi mobil pemadam kebakaran. Nantinya truk ini dengan tangguhnya akan membantu masyarakat dalam menangani musibah kebakaran. Jika ditelisik, saat ini sudah terdapat 310 unit bus Hino yang diperuntukan sebagai moda transportasi di Jakarta. Angka tersebut terdiri dari 74 bus CNG, 93 bus disel dan 143 unit bus APTB. Tak hanya memanjakan Ibu Kota dengan kehandalannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga mempunyai bus Hino R 260 yang diperuntukan sebagai Trans Metro Bandung. Begitupula dengan Trans Anggrek di Tangerang Selatan, Banten yang juga menggunakan bus Hino. Dan yang terbaru sebanyak 1.000 bus Hino R 260 yang akan didistribusikan ke berbagai provinsi sebagai bus rapid transit (BRT), telah dibeli oleh Kementerian Perhubungan melalui sistem e-catalog. Kita semua tentu berharap kerjasama Hino dengan pemerintah Indonesia dapat mewujudkan sistem transportasi modern dan berkualitas.

Bona L Tobing
Tel. 0896-4396-5960
twitter: @klikhino

Semakin Untung membeli Hino Sekarang




Bekasi, MobilKomersial.com – PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mulai menyerahkan truk New Hino Ranger kepada konsumen setelah diluncurkan pada 15 Januari 2015. Ialah H. Baban, konsumen yang beruntung karena mendapatkan truk pertama New Hino Ranger. Pria yang merupakan pemilik perusahaan di bidang jasa transportasi ini bahkan memesan 30 unit Hino500 Series Ranger untuk kendaraan operasional perusahaannya. “Truk ini memiliki teknologi yang luar biasa. Bahkan kalau dilihat tampilannya, juga gagah,” ujar Baban. Penyerahan secara simbolik New Ranger generasi ketiga ini dilakukan berbarengan dengan diresmikannya diler ke 149 Hino yang terletak di Jalan Raya Narogong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/1/2015). Generasi ketiga dari model Ranger ini sendiri mempunyai 37 varian yang terdiri dari truk distribusi dan konstruksi. Perbedaan dapat langsung terlihat dari desain baru grill depan yang tampak “macho” dan juga mempunyai kabin lebih besar sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi pengemudi. Terdapat dua pilihan mesin pada truk ini, yaitu common rail dan mekanikal seperti biasa. Di bagian sasis terdapat lubang yang berguna untuk mempermudah karoseri memasangkan produk mereka. Walaupun banyak lubang, sasisnya sangat lentur dan kuat. Selain itu jarak antara roda depan menjadi lebih lebar, sehingga memberikan kestabilan dalam berkendara. Hino juga menambahkan baut roda menjadi 10 baut, dibanding truk generasi sebelumnya yang mempunyai baut roda berjumlah delapan buah. “Ranger yang (sudah) ada terkenal hemat, yang sekarang lebih hemat lagi. Jadi untuk kompetitor, itu tadi point positif untuk Hino,” pungkas Direktur Sales & Promotion PT. HMSI, Santiko Wardoyo.

Bona L Tobing
Tel. 0896-4396-5960
twitter: @klikhino